<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>motivator &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/motivator/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "motivator"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 18:34:32 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Motivator tahun ini..]]></title>
<link>http://bramono.wordpress.com/?p=323</link>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 07:56:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>ABe</dc:creator>
<guid>http://bramono.ro.wordpress.com/2008/10/13/motivator-tahun-ini/</guid>
<description><![CDATA[Motivator tahun ini emang pantasnya diberikan kepada produsen salah satu merek teh kemasan. Kenapa?
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Motivator tahun ini emang pantasnya diberikan kepada produsen salah satu merek teh kemasan. Kenapa?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-324" title="Nu" src="http://bramono.wordpress.com/files/2008/10/imgp4908.jpg" alt="" width="270" height="202" /></p>
<p>Aku emang suka ama teh kemasan, apalagi kalo dingin-dingin..kalo Cincha Laura bilang..better serve chilled (kaleee). Tapi begitu ada promo hadiah, aku jadinya selalu ngeliat ke tutup botol si teh ini. Bukannya pengin hadiah, tapi kalo pas dapet kan sapa tau..huehehehe.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-325" title="tutup botol" src="http://bramono.wordpress.com/files/2008/10/imgp4909.jpg" alt="" width="180" height="134" /></p>
<p>Nah, inilah mengapa aku menjuluki si Nu ini "Motivator Tahun Ini", karena selain membuat hati senang (karena dah ga uring-uringan karena kehausan), si Nu ini juga memotivasi kita dengan kalimat-kalimat positif seperti, COBA TERUS, TETAP COOL (kalosi Chinca bilang Chill), SENYUM DONG, bla bla bla kalimat sejenis. Yakin, kalo orang-orang yang udah 'muak' dengan kalimat positif ini pasti berharap, tulisan yang ditemuinya berbunyi, "Selamat, Anda memenangkan 1 unit mobil XXX". Itu pasti lebih diapresiasi oleh orang-orang, khususnya konsumen setia teh ijo kemasan seperti aku :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manusia Pesimis vs Manusia Optimis]]></title>
<link>http://teena82.wordpress.com/?p=147</link>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 08:43:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>teena82</dc:creator>
<guid>http://teena82.ro.wordpress.com/2008/10/09/manusia-pesimis-vs-manusia-optimis/</guid>
<description><![CDATA[Waktu aku balik ke Mataram dari Acara Mudik kemaren, sempet aku liat n baca2 sebuah majalah yang ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu aku balik ke Mataram dari Acara Mudik kemaren, sempet aku liat n baca2 sebuah majalah yang terselip di seat depan aku di dalam pesawat. Banyak artikel yang menarik dan bisa dijadikan bahan pertimbangan serta pelajaran dalam hidup. Salah satunya adalah mengenai sifat pesimistis manusia. Tidak jarang, manusia merasa pesimis dalam hidupnya. Ada suatu kalimat petuah dalam artikel tersebut mengenai pentingnya kita menanamkan sifat optimis dalam hidup kita. Tapi aku lupa catet. Xixixixi... (Dasar plagiat ya?!) But, it's ok lah menurutku kalo kalimat yang kita baca bisa jadi motivator kita dalam hidup.</p>
<p>Sampe akhirnya, daripada aku penasaran, aku googling aja mengenai topik pesimistis n optimistis. Meski gak persis sama, tp kurang lebih memuat makna yang hampir sama dengan artikel yang aku baca dulu. Berikut ini artikel yang aku kutip dari website <a title="Website Komunitas Pembelajar Mahardika" href="http://www.pembelajar.com/" target="_blank">Suatu Komunitas Pembelajar Mahardika</a>. Silakan dinikmati....</p>
<blockquote><p>Ada 2 macam manusia dalam menyikapi hidup ini, satu sikap orang yang pesimis dan  ke-dua adalah orang yang bersikap optimis.</p>
<p>Tipe pertama orang pesimis, bagi orang pesimis kehidupannya lebih banyak dikuasai oleh pikiran yang negatif, hidup penuh kebimbangan dan keraguan, tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, kepercayaan dirinya mudah goyah dan mudah putus asa kalau menemui kesulitan atau kegagalan, selalu mencari alasan dengan menyalahkan keadaan dan orang lain sebagai proteksi untuk membenarkan dirinya sendiri, padahal di dalam dirinya dia tahu bahwa betapa rapuh mentalnya, orang pesimis lebih percaya bahwa sukses hanyalah karena kebetulan, keberuntungan atau nasib semata.</p>
<p>Tentu orang dengan sikap mental pesimis seperti ini, dia telah mengidap penyakit miskin mental, jika mental kita sudah miskin, maka tidak akan mampu menciptakan prestasi yang maksimal dan mana mungkin nasib jelek bisa dirubah menjadi lebih baik.</p>
<p>Tipe ke 2 adalah orang optimis, bagi orang yang memiliki sikap optimis, kehidupannya didominasi oleh pikirannya yang positif, berani mengambil resiko, setiap mengambil keputusan penuh dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang mantap. orang optimis bukanlah karena melihat jalan mulus di hadapannya, tetapi orang yang mempunyai keyakinan 100% dalam melaksanakan apa yang harus diperjuangkan, orang optimis tahu dan sadar bahwa dalam setiap proses perjuangannya pasti akan menghadapi krikiil -krikil kecil ataupun bebatuan besar yang selalu menghadang!</p>
<p>Orang optimis siap dan berani untuk mengatasi masalah atau kesulitan yang merintanginya, Bahkan disaat mengalami kegagalan sekalipun tidak akan membuat dia patah semangat, karena dia tau ada proses pembelajaran disetiap kegagalan yang dia alami.</p>
<p>Tentu orang yang punya sikap mental optimis demikian adalah orang yang memiliki kekayaan mental. dan Hanya orang yang mempunyai kekayaan mental, yang mampu mengubah nasib jelek menjadi lebih baik.</p>
<p>Jika anda, saya dan kita semua secara bersama-sama mampu membangun kekayaan mental dengan berkesinambungan, mampu menjalani hidup ini dengan optimis dan aktif, tentu secara langsung akan berpengaruh pada kehidupan kita pribadi serta kehidupan keluarga, dan dari kehidupan keluarga -keluarga yang semangat, optimis dan aktif akan mempengaruhi kehidupan masyarakat secara luas, yang pada akhirnya akan menjadi kekuatan sinergi sebagai kontributor dalam membangun Indonesia sekaligus mengembalikan jati diri bangsa! Kalau bukan kita yang membangun Indonesia, lalu siapa?</p>
<p>Salam sukses luar biasa!<br />
<a title="Ingin Tau tentang Andrie Wongso? See here!" href="http://www.andriewongso.com" target="_blank">Andrie Wongso</a></p></blockquote>
<p>*) Taken from : http://www.pembelajar.com/wmview.php?ArtID=839</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Banyak yang Tahu Namanya! Tidak Tahu Rupa dan Jenisnya!]]></title>
<link>http://krisnawan.wordpress.com/?p=1447</link>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 16:57:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Krisnawan Putra</dc:creator>
<guid>http://krisnawan.ro.wordpress.com/2008/10/06/banyak-yang-tahu-namanya-tidak-tahu-rupa-dan-jenisnya/</guid>
<description><![CDATA[Dalam dongeng di panggung kali ini, pelakon yang perannya terdiri dari para Pawang dan Pemelihara se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam dongeng di panggung kali ini, pelakon yang perannya terdiri dari para Pawang dan Pemelihara serta Peternak. Dimana para penontonnya menyaksikan kisah para pelakon itu merasa iba dan bertanya-tanya?, waduh untung bukan yang dialami penonton.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa merasa Iba?, ya karena pelakon merasa yakin akan lakon yang dimainkannya. Padahal penonton melihat para pelakon banyak yang tidak mau mengerti akan jalan cerita yang sesungguhnya. Mengapa demikian? karena pelakon merasa bangga memamerkan perannya diatas panggung. Sehingga Pemelihara dan Peternak butuh adanya para Pawang yang berkualitas dalam mengimlakan Patwa-patwa dari para Pujangga negeri entah berantah. Yang konon Patwa - patwa itu cocok untuk di imlakan ke Pemelihara dan Peternak. Akibat dari itu semua, membuat lahirnya Pawang-pawang yang jago dan mahir meng imlakan syair-syair dari patwa-patwa para Pujangga dari Negeri entah berantah, dimana para Pawang mendapatkan pe'neng dari Pujangga sebagai tanda telah hafal akan syair-syair yang diberikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkat 'peneng' yang diakui keabsahannya itulah, banyak para Pawang menjadi bangga dan mengambil keputusan untuk mencari nafkah menjadi Pelatih keterampilan mengimlakan syair-syair kehidupan dari patwa-patwa para Pujangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika pertunjukan dimulai para Pawang beraksi dihadapan peserta latihan, dengan perlengkapan layar tancap dan proyektor pilem, sambil memegang mikropon si Pawang berbicara tentang Sumber Daya Manusia dan Potensi-potensi Manusia. Dimana menurut syair yang dia hafal bahwa Manusia harus dibangkitkan Potensinya dan diperbaiki Sumber Daya Manusianya, dengan jalan lewat yang namanya ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programing), yang katanya Ilmu Motivasi yang efektif buat Manusia dimotivasi, agar berubah S D M nya, dan membuat Potensi Manusia bertambah kemampuannya.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Bak jamur tumbuh dimusim hujan, munculnya Pawang-pawang berpeneng memamerkan keahliannya mengimlakan ilmu syair-syair kehidupan, sehingga banyak yang demam pelatihan imla syair-syair kehidupan dengan jalan didoktrin lewat iming-iming, serta di takut-takuti agar mau maju.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila saja mau menengok sejenak tentang KEHIDUPAN Manusia saat ini, adalah akibat langsung dari TINDAKAN nya dari KEPUTUSAN nya, akibat dari pertimbangan PIKIRAN dan PERASAAN nya datang dari adanya KATA - KATA yang diterima lewat VAKOG nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi menurut Ilmu Memprogram Kata-kata kedalam Diri/Jiwa, yang sudah dipunyai Manusia sejak lahir. Manusia tidak perlu lagi dimotivasi oleh orang lain, dimana Manusia membutuhkan Suporter agar terpicu oleh keinginannya sendiri, dengan melatih sendiri Potensi yang dimilikinya lewat penyadaran akan Sumber Daya nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi apakah yang dinamakan Sumber Daya Manusia itu?, dan bagai mana melatih agar Potensi Manusia bertambah?</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak yang tahu akan nama SDM dan Potensi Manusia, dimana jarang sekali yang tahu akan rupa dan jenis sesungguhnya! itu seperti apa??? Ya karena mungkin tidak mau tahu atau memang belum tahu apa itu SDM dan Potensi Manusia.?</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga kerap kali dalam pelatihan pengimlaan syair - syair kehidupan, kelihatan berhasil dengan Doktrinasi lewat Dimotivasinya saat pelatihan, dan hasilnya hanya sementara saja! setelah pelatihan akan kembali ke habitat aslinya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Ilmu Memprogram Kata-kata kedalam Diri/Jiwa, Manusia sudah memliki Sumber Daya sebanyak 5 macam terdiri dari 3 jenis yaitu VAK dimana OG nya sama dengan K. Jadi yang sering digunakan hanya VAK nya saja, dalam memproses Peniruan dan Pejiplakan orang-orang yang berhasil berkarya dalam kehidupannya, yang sesuai dengan Keinginan dari yang dilihatnya untuk ditiru dan dijiplak melalui VA dan K nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dimana dalam Mind Manusia terdiri dari PIKIRAN (VA) dan PERASAAN (K), sehingga tidak dikenal adanya kata Negatip dan Positip, karena Manusia bukannya Robot yang dapat bergerak akibat tegangan Positip dan Negatip, atau sebuah lampu yang menyala akibat arus Listrik Positip dan Negatip disatukan lewat Tahanan (Resistan ), menimbulkan panas pada resistan berakibat menyala bila didalam tabung yang Vakum.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan dalam Ilmu Memprogram Kata - kata kedalam Diri/Jiwa, VAK sangatlah penting dalam mengembangkan Kehidupan Manusia, melalui pengenalan SKILL dalam 4 pilar Diri yaitu mulai dari Self Skill, dimana Sense Of Self nya dilatih untuk menjadi Personal Mastery, dengan VAKnya yang sudah terlatih akan mejandi Master Power dalam kehidupannya. Maka dalam Ilmu Memprogram Kata-kata kedalam Diri/Jiwa, dibutuhkan penyadaran SDM nya dulu, baru diberi semangat agar mau melatih VAKnya masing-masing untuk mempunyai Master Power yang seutuhya.</p>
<p style="text-align:justify;">Para Penonton melihat perilaku para Pawang amatlah menyayangkan sekali, sehingga hanya dapat mengharap dan berdoa agar para Pawang tidak lagi mendoktrin dan memotivasi Manusia. dan semoga para Pawang mau menyadari SDMnya masing-masing! Dan melatihnya sehingga menjadi Pawang yang benar-benar ahli dalam menggunakan VAKOGnya. yang mengakibatan Dirinya menjadi cermin bagi para Penonton, dimana para penonton termotivasi oleh keinginannya sendiri untuk maju, melihat perilaku para Pawang berhasil dalam mengembangkan Kehidupannya secara utuh, sehingga menjadi Suri Tauladan bagi para penontonnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dimana para penonton melihat suatu contoh yang patut ditiru, dikarenakan dari para Pawang sudah tidak lagi mengimlakan syair-syair pada pelatihannya, semoga para Pawang mampu mendirikan Sekolah sesuai dengan Keahliannya masing-masing, yang mengajarkan kelebihan-kelebihan VAKOG, sehingga para penonton tidak lagi Harus dan Wajib menjadi Ki Hajar Dewantoro, karena tidak mungkin terjadi penonton jadi Ki Hajar Dewantoro. Yang diperlukan dan dibutuhkan bagaimana cara Meniru dan Menjiplak Ki Hajar Dewantoro mendirikan Sekolah Taman Siswa, menghasilkan murid-murid yang membebaskan Diri dari Pendoktrinan, membawa Rakyat dan Bangsa ini Merdeka dari Penjajahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai!!!!!!! para penonton mari kita ber Doa semoga para Pawang mau dan butuh memberikan petunjuk dan bimbingannya, untuk memberitahu Bagaimana caranya?, membebaskan Diri dan Merdeka dari pendoktiran syair-syair kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga kita sebagai penonton dapat dan mampu berperan dalam panggung kehidupan ini, mengejar ketinggalan dari Negara tetangga yang Merdekanya belum lama dibandingkan Negara kita. Merdeka! Merdeka! Merdeka! Sekali Merdeka tetap Merdekaaaaaaaaaa!!!!!!!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Penulis: Syaiful Bachrie, NLP Coach of Clear Heart Foundation </em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Butuh dan Perlunya Saya Belajar sebagai Trainer]]></title>
<link>http://krisnawan.wordpress.com/?p=1442</link>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 16:36:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Krisnawan Putra</dc:creator>
<guid>http://krisnawan.ro.wordpress.com/?p=1442</guid>
<description><![CDATA[Salam Progresif!
Saya menuliskan tulisan ini adalah sebagai hasil dari proses pembelajaran yang saya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Salam Progresif!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menuliskan tulisan ini adalah sebagai hasil dari proses pembelajaran yang saya dapatkan dari butuh dan perlunya saya belajar untuk mengajar SMART PLANNING WITH NLP SYNTHESIS. Pengalaman belajar ini menempelak diri saya yang selama ini sudah berpikir dan merasa jago ngajar, sok pinter, sok ahli training.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataannya yang sebenar-benarnya terjadi pada saya selama ini adalah saya benar-benar belum ngerti apa-apa tentang ilmu ngajar, saya belum paham sebenar-benarnya hakekat mengajar, saya belum benar-benar mau melatih VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) saya sendiri...untuk mengajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah hasil pembelajaran dari keinginan saya belajar:</p>
<p style="text-align:justify;">1.	Sudahkah saya benar-benar MEYAKINI KEBENARAN dari DASAR ILMU yang akan saya BAGIKAN kepada orang lain? Sebelum saya mendapatkan pencerahan ini, saya selama ini sekedar tahu, tak mau tahu, tak paham secara dalam dari dasar ilmu yang akan saya bagi. Akibat daripada pengetahuan dasar keilmuan yang terbatas, cekak, bahkan saya ragukan sendiri ini, inilah jadinya saat saya di depan kelas: menjelaskan konten ilmu menjadi hambar,  design dan alur training menjadi gak karuan juntrungan sambung mengambungnya (loop), belum lagi kalau muncul pertanyaan atau sanggahan dari audience, wow sangat mudah sekali saya goyah, jawaban meluncur deras tanpa aras.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">2.	Sudahkan saya benar-benar memiliki SPIRIT untuk MENGINSPIRASI orang lain untuk butuh dan perlu melakukan PERUBAHAN? Spirit ini membuat saya belajar untuk mengajar tanpa tendensi ingin populer, ingin kaya, ingin dianggap baik. Dan dengan spirit ini pula membuat saya belajar untuk mengajar tanpa tendensi mengubah orang lain, karena saya menjadi sadar bahwa sebenar-benarnya perubahan itu dimulai dari proses kesadaran trainee sendiri untuk butuh dan perlu berubah.</p>
<p style="text-align:justify;">3.	Sudahkan saya benar-benar PEKA terhadap audience yang saya hadapi di kelas training ini? Dengan kemauan untuk melatih VAK secara terus menerus, saya percaya bahwa  setiap dinding kelas pun akan bersuara, setiap goresan tinta peserta di flipchart menjadi tampak maknanya, atmosfir kelas pun menjadi lebih berasa. Dan kebenarannya adalah suara, gambar, rasa suasana dari satu kelas ke kelas lain, tak kan pernah sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Tegor saya, ingatkan saya, beri feedback saya, jika suatu saat saya ada dan berdiri di depan kelas yang katanya saya sedang mengajar (maaf) Anda. Karena yang benar dan sebenar-benarnya terjadi...saya sedang belajar dari Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">(Teriring salam hormat dan terima kasih saya kepada segenap guru, partner, trainee saya)</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
